Our Destiny

Tittle : Our Destiny (chap2)

Cast :

  • Kim Taehyung
  • Park Jimin
  • Kim namjoon 
  • Yoon Sohee (oc)
  • Im Jiwoo (oc)
  • Kim Hyenaa (oc)

Genre : Romance

Rating : G

**HAPPY READING**



Pagi itu terlihat berbeda dari pagi pagi yang telah dilalui kakak beradik Kim tersebut, biasanya ada saja yang didebatkan namun kali ini suasana hening lebih mendominasi ruangan mewah tersebut. Taehyung sesekali melirik kakaknya yang sedang sibuk mengoles selai pada rotinya. Ia tahu kakaknya dalam mode ngambek karena Taehyung tak mau menceritakan bagaimana kencan pertamanya dengan So Hee kemarin, dan keduanya sama sama keras kepala dan beginilah jadinya, sarapan yang biasanya terasa hangat meski diisi dengan saling caci maki antara mereka kini menjadi sesuram kuburan.
Tak tahan dengan suasana seperti itu, Taehyung memutuskan untuk mengajak kakaknya mengobrol terlebih dahulu. Namun hanya deheman ataupun jawaban singkat seperti Ya/Tidak yang keluar dari kedua belah bibir si sulung. Kakaknya benar-benar serius, Taehyung mendesah pelan. Sebaiknya ia tak mengganggu kakaknya untuk saat ini. Ditelannya sandwich berukuran sedang yang menjadi menu sarapannya saat ini disusul dengan menghabiskan susu rasa vanila dalam sekali teguk kemudian bergegas mengambil ransel yang ia letakkan disisi kiri tempat duduknya. Diciumnya kening kakaknya sebentar kemudian bergegas keluar dari rumah. 
Saat Taehyung tiba di parkiran kampus, Jimin telah menyender dikap mobilnya mengobrol dengan beberapa gadis yang kebetulan berada disana. Dihampirinya sahabatnya itu kemudian merangkul bahu sempit lelaki yang lebih pendek darinya agar bergegas masuk ke area kampus tanpa memperdulikan decakan kesal dari gadis gadis tersebut. Sebelum benar benar meninggalkan mereka, Jimin sempat memberikan satu kedipan mata disertai smirk yang membuat gadis gadis itu menjerit histeris. Dan saling berasumsi jika kedipan Jimin itu untuk dirinya bukan teman temannya.
Kedua mahasiswa yang termasuk dalam jajaran mahasiswa most wanted di universitas ternama di Seoul itu berjalan menyusuri koridor kampus sembari tertawa lebar. Mereka tak habis pikir dengan gadis gadis yang mau saja mereka bodohi dan dengan suka rela menyerahkan diri. Hah, apa ketampanan mereka terlalu membutakan mata dan pikiran mereka?. Beberapa mahasiswi yang kebetulan berada disana terlihat menbenarkan dandanan dan menyapa keduanya, berusaha menarik perhatian keduanya dengan segala pesona yang mereka miliki.

Namun Jimin ataupun Taehyung terlihat tidak perduli dan tetap berjalan lurus menuju kantin tanpa berniat membalas sapaan mereka. Bagi keduanya, jika dibalas sapaan sekali maka mereka akan mengikuti Jimin dan Taehyung kemanapun dan itu sangat mengganggu.
Kantin terlihat penuh saat keduanya tiba, meja meja hampir semuanya terisi oleh mahasiswa yang sepertinya telah melewatkan sarapan seperti halnya Jimin. Tak mau putus asa, Taehyung mengedarkan pandangannya kesetiap sudut kantin, meneliti jika ada meja kosong yang bisa mereka tempati. 

Jimin menepuk bahu Taehyung, telunjuknya mengarah pada meja disudut kantin saat Taehyung menoleh. Keduanya berpandangan lalu mengangkat bahu. 
“Benarkah? Ah aku sepertinya harus ke salon itu nanti” Obrolan gadis gadis  yang duduk tak jauh dari tempat keduanya berdiri tertangkap indera pendengaran. Taehyung menoleh kearah Jimin lalu memberi isyarat dengan sudut matanya. Mengangguk mengerti, Jimin  mendekati empat gadis yang masih asik membahas salon kecantikan didekat tempatnya berdiri.
“Sepertinya seru sekali” Mendengar suara yang tak asing dipendengaran mereka seketika membuat keempat gadis itu menoleh. 
“J-Jimin” ucap salah satu keempat gadis itu dengan terbata. Masih belum sepenuhnya yakin jika Most wanted di universitas menyapanya terlebih dahulu.
“bisakah kita bertukar tempat manis?” Taehyung memutar bola matanya malas saat sahabatnya itu tersenyum manis kearah empat gadis yang menatap Jimin dengan pandangan memuja. 
“apa yang akan kami dapatkan jika kami bersedia?” Tantang salah satu gadis dengan kucir kuda, sementara yang lainnya hanya diam. Terlalu sibuk mengagumi wajah tampan Jimin.
“kau bisa mendapatkan id line ku ataupun dinner bersamaku, mungkin” goda Jimin disertai kedipan matanya membuat gadis tersebut menahan nafas. Pesona lelaki berparas manis, cute sekaligus tampan itu terlalu kuat hingga mereka terpaku ditempatnya. Gadis berkucir kuda itu terlebih dulu sadar lalu menepuk lengan ketiga temannya meminta persetujuan sebelum akhirnya mengangguk setuju.
“baiklah id saja” saut gadis itu.
“tapi aku menginginkan id Taehyung” ujar dua orang gadis lainnya. Taehyung yang merasa namanya disebut menolehkan kepalanya dengan senyum yang dipaksakan. Jimin menoleh kearah Taehyung, dan lelaki berkulit tan itu mengangkat bahu acuh.
“aku akan memberikannya lewat temanmu, jadi menyingkirlah sekarang!” ujar Jimin setelah mencatat id miliknya di buku salah satu gadis. 

Empat gadis tersebut segera bangun dari duduknya menuju meja yang berada dipojok, tempat yang sedikit pengap karena sinar matahari tak pernah sampai kesana. Namun mereka terlihat biasa saja karena yang terpenting id dari kedua mahasiswa populer itu berhasil didapatnya.
“id siapa yang kau berikan?” Tanya Taehyung saat mereka telah duduk dibangku yang sebelumnya ditempati keempat gadis itu.
“Pjiminie13, id yang tak pernah kubuka lagi sejak 3 tahun lalu” Keduanya kembali tertawa bersama setelah mengerjai keempat gadis yang keduanya anggap bodoh itu.

*
Kelas berakhir lebih cepat dari apa yang Taehyung perkirakan, jadi disinilah ia sekarang, berjalan-jalan menyusuri trotoar dikawasan pertokoan Myeongdong. Ia tak tahu harus kemana, tak memiliki tujuan dan ia tak terlalu suka bergabung dengan teman temannya yang tadi sempat mengajaknya ke game center. Bukannya Taehyung bermaksud tak sopan dengan tidak mau bergabung dengan mereka, ia hanya tak terbiasa dan tak tahu harus membicarakan apa dengan mereka nantinya. Jadi lebih baik ia berjalan jalan sendiri sembari menunggu sahabat bantetnya selesai mengikuti kelas terakhirnya sekaligus mengisi waktu sebelum ia pergi ke cafe, menemui teman kencannya. Barang barang yang terpajang di etalase kaca tak satupun menarik perhatiannya, rata rata barang barang untuk perempuan. Tanpa terasa langkahnya terhenti didepan toko buku langganannya, sepertinya bukan hal yang buruk jika ia masuk sebentar, siapa tahu ada koleksi komik seri terbaru. Lonceng berbunyi saat pintu kaca tersebut didorong Taehyung, tujuan utamanya adalah rak buku yang berada di ujung, tempat dimana biasanya koleksi komik edisi terbaru terpajang. Matanya meneliti satu persatu komik yang terpajang. Cengiran kotak miliknya keluar saat ia menemukan komik yang ia rasa cukup bagus. Diambilnya komik tersebut dan segera berbalik hendak ke kasir, namun tanpa sengaja ia melihat seorang gadis yang terlihat kesulitan meraih buku yang letaknya dibagian paling atas rak. Matanya memperhatikan tingkah laku gadis dengan surai sekelam malam itu. Sudut bibirnya membentuk senyuman, merasa jika gadis itu terlihat menggemaskan saat kakinya pendeknya menjinjit sementara tangan kanannya terjulur keatas mencoba meraih buku bersampul cokelat diatas rak. Merasa kasihan, Taehyung berjalan mendekat, tangannya terulur mengambil buku yang diinginkan gadis itu dengan mudah. Jarak mereka lemayan dekat, jika maju beberapa centi saja gadis itu akan menerima kecupan di keningnya. Gadis itu segera menghentikan aktivitasnya menjinjit dan menjauhkan tubuhnya saat hembusan nafas Taehyung terasa hangat dikeningnya. 
“Lain kali mintalah bantuan pada petugas! Kecuali jika kau ingin melukai kakimu” 
“Terimakasih” ucap gadis itu saat Taehyung menyerahkan buku bersampul coklat yang ia inginkan sejak tadi. Taehyung menganggukkan kepala sebagai jawaban kemudian melanjutkan langkahnya menuju kasir.
Setelah melakukan pembayaran, Taehyung keluar dari toko buku, berjalan kearah mobilnya yang ia parkir diujung jalan. Ia hari ini ada janji dengan So Hee dan sepertinya ia terlambat. 
“kau terlambat 15 menit Tuan Kim” Benar saja, wajah So Hee tertekuk begitu Taehyung tiba.
“Maaf, aku mampir ketoko buku sebentar” ujar Taehyung dengan cengirannya, namun sepertinya gadis itu tak mau tahu alasan lelaki berparas tampan itu terlambat. 
“Kau sudah 2 kali membuatku menunggu” Bibir So Hee mengerucut, Taehyung terkekeh ternyata ice girl seperti Sohee bisa terlihat imut juga. 
“Aku akan mentraktirmu es krim” Sohee mengangguk antusias, Taehyung jadi gemas. Gadis ini dibalik sikapnya yang dingin ternyata punya sisi cute juga. Coba saja sejak awal ia memperlihatkan sikap seperti ini Taehyung tak akan menolak.
“Tapi aku ingin ice cream di dekat Sungai Han”
“As your wish baby girl” 

Menikmati satu cup es krim sambil menikmati aliran sungai Han dengan hembusan angin sepoi sepoi semakin membuat nyaman siapapun yang duduk dihamparan rumput yang menghadap langsung sungai terpanjang di Negeri Ginseng itu. Sungai Han yang berkilau diterpa sinar jingga dari matahari yang akan tenggelam sebentar lagi semakin menambah kesan indah tempat itu. 
“Apa bedanya es krim disini dengan dicafe tadi” tanya Taehyung sembari memperhatikan cup es krim rasa vanila ditangannya. Sohee menyendok es krim rasa strobery miliknya, menyuapkan kedalam mulutnya lalu berkata “Disini lebih enak” ucapan gadis itu mau tak mau menambah kerutan di dahi lelaki itu, diperhatikan dengan seksama es krim ditangannya. Apanya yang lebih enak? Dari visualnya saja es krim di cafe lebih enak ditambah berbagai toping diatasnya yang semakin menggugah selera. Sementara es krim yang kini dipegangnya hanya berhiaskan susu cokelat. 
“menurutku rasanya sama saja” 
“menurutku ini lebih enak” Sohee menatap Taehyung tajam, yang ditatap balik menatap tak kalah tajam. “sama saja menurutku” Mereka saling tatap, sepertinya tak akan ada yang akan mengalah “ini lebih enak” ulang Sohee tak mau kalah.
“baiklah” Taehyung akhirnya mengalah, tak ada gunanya memdebatkan hal yang tidak penting seperti es krim. Lagipula ia tak kuat jika terus terusan berada dalam jarak sedekat itu dengan gadis secantik Sohee. Bagaimanapun ia lelaki normal yang hormonnya bisa meledak kapanpun. 
“Tae ini pertemuan kedua kita” ucap Sohee setelah keduanya terdiam selama beberapa menit usai perdebatan tak penting tentang eskrim sebelumnya.
“lalu?” 
“apa kau ingin melanjutkan ini?” Sebelah alis Taehyung terangkat. Kenapa Sohee tiba tiba berucap seperti itu? Apa ia akan membatalkan kencan ini? Kenapa Taehyung sepertinya tak rela?

“bukankan kemarin kau mengatakan kau tidak menyukai kencan ini?” lanjut gadis itu. Taehyung tak tahu harus menjawab apa. Sebagian dirinya menolak tapi sebagian lagi mulai merasa nyaman dengan hubungan ini.
“kurasa kencan ini tidak terlalu buruk” jawab Taehyung santai, memang tak terlalu buruk karena pilihan kakaknya sangat sesuai dengan tipe idealnya. Cantik, putih dan Sohee satu satunya gadis yang bersikap dingin padanya.
“Kau benar, tidak ada salahnya mencoba” Sohee mengarahkan pandangannya kesamping, senyum tipis mengiasi wajahnya melihat Taehyung yang kini merebahkan tubuhnya diatas rumput sembari memejamkan mata, menikmati hembusan angin sore.
‘kau tampan’ Sohee membathin, jemari lentiknya tergerak merapikan poni Taehyung yang berantakan karena tertiup angin. Matanya tak lepas dari lelaki tampan itu, kenapa ia baru sadar jika Taehyung sangat tampan? Kemarin ia terlalu kesal dengan Namjoon karena sepupunya itu seenaknya saja mengatur jadwal kencan buta dengan salah satu adik kekasihnya, padahal ia tahu Sohee baru saja berpisah dengan kekasihnya. Dan jadilah Sohee melampiaskan kekesalannya pada Taehyung dengan bersikap dingin. 
Sementara Taehyung yang masih terpejam, menikmati sentuhan Sohee dikulitnya, perasaan nyaman itu muncul begitu saja menghangatkan hatinya. Ia tak tahu perasaan apa yang kini melingkupinya, tapi Taehyung tak mau secepat itu menyimpulkan jika ia mulai menyukai gadis berkulit pucat itu terlebih ia ingat ada sesuatu yang harus ia selesaikan dengan teman kencannya ini terkait rencananya dengan Jimin.
Perlahan mata Taehyung terbuka, pergerakan jemari lentik itu seketika terhenti dan secepat kilat Taehyung segera menangkap tangan Sohee dan menatap gadis itu lembut.
“Yoon Sohee”
“Ya?” 
“kau cantik” dua kata yang diucapkan Taehyung semakin membuat rona merah dipipi Sohee semakin jelas. Sangat kontras dengan kulitnya yang pucat. 
“Sudah hampir gelap” Taehyung menahan tangan Sohee yang akan bangun hingga gadis itu kembali keposisinya semula, menghadap Taehyung yang tersenyum tipis. Sangat tampan. Tubuh gadis itu menegang, meskipun hanya sedetik, ciuman Taehyung sanggup membuat pikirannya blank seketika. Apalagi detak jantungnya seakan akan ingin melompat keluar dari tempatnya. Ini bukan ciuman pertamanya namun kenapa rasanya ia berkali lipat lebih berdebar daripada saat ciuman pertamanya.

Kaki pendeknya melangkah dengan tergesa, ketika ia telah sampai di tempat tujuan barulah ia memelankan langkah sembari mengatur nafas, segera didudukannya tubuhnya dibangku panjang favoritnya, menaruh bubble tea disamping tubuhnya dan mengeluarkan novel yang baru saja dibelinya ditoko buku sore tadi. 

Halaman demi halaman ia baca, menghayati alur dari novel karya pengarang favoritnya sesekali menyesap minuman kesukaannya. Kursi yang didudukinya bergoyang, pertanda jika tempat disebelahnya diduduki seseorang. Atensinya beralih dari buku yang dibacanya kearah samping. Gadis itu tersenyum, membalas senyuman lelaki bermata sipit disebelahnya.
“apa yang kau lakukan disini?” Lelaki itu berucap, pertanyaan basa basi yang jawabannya sudah jelas jika gadis itu tengah membaca buku.
“seperti yang kau lihat” Gadis menunjukkan buku yang baru dibelinya dihadapan lelaki itu tanpa menghilangkan senyuman diwajah cantiknya.
“apa yang kau lakukan disini Jimin?”
“aku tidak sengaja melihatmu, kau menyukai tempat seperti ini ternyata”
“disini tenang, jadi aku bisa fokus membaca novel ataupun buku”

Jimin mengangguk mengerti, pandangannya kini beralih kesetiap penjuru taman, selain tak terlalu ramai tempat ini lumayan sejuk karena banyak pohon yang tumbuh di sisi kiri taman. Perhatian Jimin kembali beralih pada Jiwoo, gadis itu terlihat menikmati berada ditempat ini. Sepertinya ia tak menyadari jika Jimin kini menjadikannya objek perhatian. Jiwoo baru sadar saat merasakan tubuh Jimin semakin dekat kearahnya, mata bulatnya mengerjap, tak tahu harus berbuat apa saat lelaki berparas tampan itu semakin menundukkan tubuhnya memangkas jarak diantara mereka.

Tbc

Iklan

Saying I Love You

Title : Saying I Love YouAuthor : WP – dthaa94_ || Genre : Fluff || Main Cast : Kim Namjoon (BTS) – Lee Hyena (OC) || Length : Oneshot || Rating : PG-13 || Disclaimer : This story is mine. Happy reading and enjoy the story. 

++++

Bel tanda pelajaran berakhir menggema diseluruh penjuru sekolah, semua murid bergegas merapikan peralatan belajar dan berhambur keluar kelas. Tak terkecuali namja dengan surai dark grey yang saat ini sedang memasukan seluruh bukunya kedalam ransel hitam berlogo brand ternama. 

Namja bername tag Kim Namjoon tersebut berjalan keluar kelas dengan earphone menggantung disisi leher serta ransel hitam yang tersampir di bahu tegapnya.

Setibanya diluar kelas, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri kemudian meronggoh saku blazzer hitam miliknya untuk mengambil ponsel, mengetik sesuatu diatas layar lalu memasukkan kembali benda persegi panjang tersebut ketempat semula.
Kaki panjangnya perlahan bergerak, meninggalkan ruang kelas yang telah sepi sesekali matanya menoleh kebelakang berharap seseorang yang ditunggunya muncul. Tepat saat ia akan berbelok, suara seseorang yang sangat dikenalnya masuk kedalam gendang telinganya hingga tanpa sadar langkah kakinya terhenti. Kepala Namjoon menjulur kedepan, sedikit mengintip, memastikan jika telinganya tak salah dengar. Dari posisinya mengintip saat ini, Namjoon bisa melihat Hyena sedang berbicara dengan salah seorang siswa yang ia ketahui bernama Kim Taehyung, salah satu siswa yang cukup populer disekolah ini.

Entah kenapa, tiba-tiba perasaan tidak suka melintas begitu saja dikepala namja berlesung pipi itu, terlebih saat dengan lancangnya Taehyung mengusap rambut Hyena disertai tawa yang membuat dada Namjoon semakin panas saja.

Melihat itu Namjoon jadi mengingat ucapan gadis itu beberapa hari lalu, apa Taehyung adalah lelaki yang disukai sahabatnya itu?
“Eh Joon, Aku baru ingin kekelasmu” Namjoon tersenyat kaget, dirinya terlalu sibuk menduga-duga hubungan Hyena dengan Taehyung hingga ia tak sadar sejak kapan gadis itu tiba dan kini telah berdiri disampingnya lengkap dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya.
Bukannya menjawab, Namjoon malah memutar kepalanya mencari sosok namja yang tadi bersama Hyena, lalu menghembuskan nafas lega karena namja menyebalkan tersebut tidak ada diantara mereka.
“Joon kau mencari siapa?” Hyena ikut mengedarkan pandangannya sekeliling koridor namun tak ada siapapun disini kecuali mereka berdua. 
“Joon kau baik-baik saja ‘kan?” Tanya Hyena sekali lagi disertai penekanan di akhir kata. Namun bukannya menjawab, Namjoon hanya mengangkat bahu kemudian melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana sekolahnya.
“Kau kenapa sih? Lagi pms ya?” Hyena hanya berniat bercanda namun siapa sangka Namjoon malah semakin melebarkan langkahnya hingga gadis itu kini tertinggal dibelakang. “Ya kau marah? Aku hanya bercanda” Seru Hyena sembari berlari kecil berusaha mengimbangi langkah lebar Namjoon yang telah keluar dari koridor sekolah.
“Aku menunggumu dikelas, dan kau lama sekali datang” ujar Namjoon tanpa menoleh ataupun memperlambat langkahnya. Hyena semakin mempercepat langkah kakinya kemudian menarik kerah seragam Namjoon hingga langkah kaki namja itu terhenti akibat tarikan dari belakang yang membuat lehernya tercekik.
“Guru Han menyuruhku menyerahkan hasil tes kepada adik kelas dan-”
“Kau memberikannya pada Taehyung?” Tebak Namjoon tanpa berusaha mengilangkan nada ketus dalam suaranya.
“Kau tahu darimana ?” Hyena balik bertanya dengan raut wajah pura-pura terkejut. Sementara Namjoon hanya mencibir sinis.
“Kau cemburu?” 
“Dalam mimpimu!”
“Tentu saja kau cemburu. Aku cantik banyak yang menyukaiku” canda Hyena disertai kedipan mata, menggoda Namjoon yang berdiri disebelahnya.
” Jennie seribu kali lebih cantik daripada kau” 
“Jennie memang lebih cantik tapi yang kau sukai itu aku” Hyena tertawa lebar melihat wajah merenggut Namjoon. Menggoda Namjoon memang menyenangkan.
“Tidak penting sekali kata-katamu” Namjoon mengibaskan tangan didepan wajahnya kemudian melanjutkan langkahnya menuju gerbang meninggalkan Hyena yang masih tertawa. 
“Kim Namjoon tunggu aku!” Sayangnya namja itu malah menutup telinganya dan tidak memperdulikan ocehan Hyena.

Kakinya menghentak kesal, dieratkannya pegangan pada ransel dipunggungnya lalu berlari kecil melewati Namjoon sembari berkata “Ya sudah, aku akan pulang bersama Taehyung saja”  
“Kenapa?” Tanya Hyena ketus saat tangannya ditahan Namjoon hingga langkahnya ikut terhenti. Namjoon menunduk, memandang gadis bermarga Lee itu dengan sorot mata tajam.
“Kau pulang bersamaku” ucap Namjoon tegas, Hyena melirik tangannya sebentar kemudian menghentakkannya, berusaha melepas cengkraman Namjoon meskipun itu mustahil karena cengkraman namja itu cukup kuat. 
“Aku bilang jangan menemuinya” ulang Namjoon penuh penekanan sarat akan perintah yang tak boleh dibantah, matanya menatap lurus ke mata Hyena dan gadis itu segera mengalihkan pandangannya kearah lain. Memutus eye contact diantara mereka.
“Kenapa? Lagipula kau tidak menyukaiku” Gadis itu masih betah menatap kearah lain meskipun Namjoon telah berusaha membuat Hyena kembali menatapnya.
“Aku tidak pernah mengatakan itu” balas Namjoon, gadis itu mengernyit. Tanpa sadar ia menoleh, menatap Namjoon dengan dahi mengkerut.
“Tidak pernah mengatakan menyukaimu bukan berarti tidak suka” Lanjut Namjoon menambah kebingungan Hyena hingga gadis itu tanpa sengaja kini menatapnya lekat, meminta penjelasan pada lelaki jangkung itu.
“Maksudmu?” 
“Dasar bodoh!” Sebuah sentilan yang cukup keras mendarat dengan mulus di kening Hyena, gadis cantik itu mengusap keningnya yang berdenyut dengan sebelah tangannya sementara bibirnya mengucapkan sumpah serapah pada Namjoon yang kini berjalan meninggalkannya. 
Hyena masih berdiam diri ditempatnya memandangi Namjoon yang hampir tiba diluar gerbang, ia masih berusaha mencerna kata-kata lelaki ber-IQ diatas rata rata itu, dan ketika pikirannya berhasil menarik kesimpulan atas maksud dari ucapan Namjoon, ia segera berlari, mengejar Namjoon yang telah tiba di gerbang. Mencium cepat pipi kiri namja itu setelahnya berlari menjauh.
“Aku juga mencintaimu Joon” teriak Hyena dari kejauhan. Namun sepertinya Namjoon tidak mendengar ucapannya karena ia masih terpaku ditempatnya, memegang pipi yang bersemu merah akibat ciuman singkat dari sahabatnya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi kekasihnya.

END

Our Destiny


Tittle : Our Destiny ( Chapter 1)

Cast :

  • Kim Taehyung
  • Park Jimin
  • Im Jiwoo (oc)
  • Yoon So Hee (oc)
  • Kim Namjoon
  • Kim Hyena (oc)

Genre : Romance

Rating : G

Disclaimer : this story is mine..
Warning : no bashing, NO PLAGIAT , typos epriwer

** H A P P Y R E A D I N G **



Waktu baru menunjukkan  pukul 7:00KST, matahari sudah menampakkan sinarnya sejak beberapa menit yang lalu. Namun sepertinya Taehyung masih betah bergelung dalam selimut hangatnya tanpa peduli sinar matahari yang menerobos masuk menerpa wajahnya lewat gorden tipis yang tergantung dijendela, diraba sisi kiri yang kosong untuk mengambil bantal guna menutupi kedua matanya yang mulai silau akibat sinar yang langsung mengenai netranya, bahkan ketika Kim Hyena menggedor pintu kamarnya lelaki tampan tersebut masih setia memejamkan matanya. Seolah olah dirinya tak merasa terganggu dengan suara cempreng gadis itu.
“Taehyung bangunlah!” teriak Hyena dari samping ranjang, namun seakan tuli Taehyung malah lebih mengeratkan dekapannya pada guling dengan motif pokemon tersebut.
“Taehyung bangunlah, kau lupa? hari ini kau harus bertemu dengannya” Hyena menarik selimut yang membungkus tubuh adiknya sembari menggerakkan bahu adiknya kekanan dan kekiri. Berharap adiknya yang tampan segera membuka matanya. Namun sepertinya usahanya gagal, Taehyung memang membuka mata namun bukan untuk menuruti perintah Hyena agar lekas bangun melainkan untuk menarik kembali selimut dan membungkus lagi tubuhnya dengan kain hangat itu.
“besok saja noona aku masih mengantuk” pinta Taehyung menghiraukan gerakan tangan kakaknya yang masih terus menguncang tubuhnya.
“baiklah jika itu maumu” Hyena berjalan keluar dari kamar tanpa menutup pintu, Taehyung sedikit menyeringai dengan mata masih terpejam merasa telah berhasil mengelabui kakaknya. Hembusan nafas lega keluar dari belah bibirnya karena merasa telah berhasil menunda satu hari pertemuannya dengan gadis yang diceritakan kakaknya tempo hari.

Beberapa menit setelahnya kembali terdengar langkah kaki mendekat kearah ranjang, Hyena duduk dipinggir ranjang dengan ponsel ditangan, menekan sesuatu dilayar lalu mendekatkan ketelinganya. Menunggu dengan sabar saat terdengar nada tunggu dari sambungan yang sengaja ia loudspeaker.
“Ayah” nada manja yang selalu kakaknya dendangkan setiap kali ia merengek sesuatu pada Tuan Kim “ada yang ingin aku katakan, ini tentang Taehyung” Hyena sengaja mengeraskan suaranya agar dapat didengar oleh adiknya, namun Taehyung tetap memejamkan matanya berpikir itu hanya akal akalan kakaknya agar ia cepat bangun. Ia terlalu mengenal kakak perempuannya itu, ia pernah tertipu sekali dan kali ini no way! Taehyung bukan orang yang akan jatuh ke lubang yang sama dua kali.
“apa yang dilakukan si pembuat onar itu” Suara diseberang telepon memaksa Taehyung membuka mata dan bangkit dengan tergesa dari tempat tidurnya ingin merebut ponsel dari tangan Hyena, namun gadis cantik itu secepat kilat menyembunyikannya dibalik area sensitif tubuhnya karena itu satu satunya tempat yang tak akan pernah berani dijangkau adiknya.
“Ok aku bangun noona. Jadi jangan mengadu apapun!” Decak Taehyung kesal, kakinya berjalan dengan cara diseret, belum sepenuhnya menerima kekalahan. Meskipun dengan berat ia tetap berjalan menuju kamar mandi setelah merasa usahanya melawan kakaknya itu kakaknya sia sia. Selepas Taehyung masuk kedalam kamar mandi, tawa Hyena pecah jika tahu segini gampangnya membuat adiknya menurut sudah sejak dulu ia menggunakan rekaman suara ayahnya  untuk membuat adiknya menjadi penurut. Berkencan dengan Namjoon membuat kepintaran kekasihnya itu menular padanya tertanya.

“jadi siapa nama gadis itu? Dan kenapa noona tidak memberikan fotonya kepadaku? Bagaimana aku bisa mengenalinya?” cerca Taehyung dengan sederet pertanyaan ketika mereka tengah sarapan bersama diruang makan.
“bukankah dikertas tersebut sudah tertera dengan jelas. Kau tidak membacanya?” Taehyung mengangkat bahu dan kembali mengoleskan selai cokelat diatas roti panggangnya sebelum memasukkan kedalam mulutnya.
“aku terlalu malas membaca hal yang tidak penting”

Hyena memutar bola matanya malas, sifat menyebalkan adiknya ini didapat dari mana sih? Hyena rasa orangtuanya tidak memiliki sifat semenyebalkan Taehyung yang selalu membuatnya terlihat lebih tua dari umurnya.
“awas saja jika kau jatuh cinta-” omongan Hyena terpotong ketika ponselnya berdering, Hyena segera menjauh dari Taehyung setelah mengangkat telepon dari kekasihnya setelah sebelumnya menyerahkan segelas susu pisang pada Taehyung.
Taehyung mencebik kesal Hyena akan mengabaikannya jika sudah berhubungan dengan monster bernama Kim Namjoon itu. 

Meneguk susu pisangnya hingga habis tak bersisa, mengelap bibirnya dengan tisu kemudian menyambar kunci mobil diatas nakas, berpamitan pada kakaknya-meski ia ragu jika kakaknya akan mendengar- dan bergegas keluar menuju basemant dimana mobil kebanggaannya terparkir.

Taehyung melihat sekali lagi kertas yang diberikan Hyena kemarin. Cafe Heaven meja no 9. Setelah memastikan jika memang cafe didepannya memang cafe yang sama dengan alamat yang tertera di kertas, Ia melangkahkan kaki kurusnya masuk, mendorong pintu kaca dan menelusuri seisi ruangan guna mencari meja nomor sembilan, meja yang sudah direncanakan kakaknya untuk kencan butanya nanti. Tak memerlukan waktu lama untuk menemukan meja itu mengingat suasana cafe yang tak terlalu ramai, disalah satu bangku nomor meja yang dicarinya matanya menangkap postur tubuh mungil gadis dengan surai blonde membelakanginya. Taehyung berjalan mendekat lalu duduk didepannya hingga gadis itu sedikit terkejut dengan kedatangan tibatiba Taehyung namun setelahnya segera mengatur ekspresi wajahnya seperti semula, datar dan terkesan dingin.

Taehyung memperhatikan penampilan gadis didepannya, bibir pink tipis serta kulit putih pucat terlihat cocok untuk rambutnya yang dicat terang. Make up tipis dan meski memasang wajah datar tak sedikitpun menghilangkan kesan cantik diwajahnya. Tipikal gadis yang sering Taehyung kencani.

Merasa diperhatikan gadis tersebut mengangkat wajah dan balas menatap Taehyung tajam, bukannya takut, Taehyung malah merasa gadis ini bertambah imut saat mata sipitnya melotot. Jika tidak ingat ini pertemuan pertama mereka mungkin Taehyung sudah mencubit pipi yang sedikit memerah itu saking gemasnya.
“jadi siapa namamu?” Pertanyaan bernada dingin tersebut membuat Taehyung menghentikan kegiatannya memperhatikan calon teman kencannya, sedikit berdehem ia lalu membuka mulut untuk menjawab pertanyaan yang diajukan padanya. Berusaha terlihat keren didepan gadis itu.
“Kim Taehyung, lalu namamu?” Tangan Taehyung terulur, namun sepertinya gadis itu tak berniat menyambut uluran tangannya.
“Yoon So Hee” Gadis itu melirik tangan Taehyung, dan lelaki berparas tampan itu cukup mengerti jika Sohee tidak akan menyambut uluran tangannya jadi ia segera berinisiatif menurunkan tangannya.
“apa yang akan kita lakukan sekarang?” Pertanyaan Taehyung membuat gadis bernama Sohee itu mengangkat kepalanya.
“kemanapun terserah kau, tapi aku tidak bisa berlama lama”
“kau akan kencan dengan pria lain?”
Muka Sohee memerah, tak terima dengan ucapan Taehyung yang seakan akan mengecapnya sebagai gadis murahan yang memiliki banyak janji dengan banyak pria .
“Ucapan itu seakan akan aku ini gadis murahan yang memiliki banyak teman kencan” Taehyung menyandarkan tubuhnya dikursi, ia tahu kata katanya barusan pasti menyinggung perasaan gadis itu. Ia hanya ingin membuat gadis itu tahu jika kencan seperti ini isn’t his style namun siapa sangka respon gadis itu 360 derajat berbalik dari apa yang ia pikirkan. Gadis itu tak terpesona dengan ketampanannya bahkan terkesan dingin padanya.

Sepertinya keduanya mengalami nasib yang sama. Menjalani kencan buta seperti ini karena terpaksa tak punya pilihan lain selain menerima. 

Other side
Jimin berulang kali melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, sudah 10 menit sejak dia tiba di cafe tempat dia akan bertemu dengan calon teman kencan pilihan sepupunya namun sampai saat ini belum ada tanda tanda jika gadis itu akan datang. Ia hampir frustasi. Ia biasanya ditunggu bukan menunggu.
“jika 5 menit lagi dia belum datang aku akan pergi” 

Jimin kembali menyesap coffe latte sembari melirik kearah pintu berharap jika gadis itu datang ia langsung mengenalinya meskipun itu mustahil mengingat tak ada informasi seperti foto ataupun nama dari gadis yang akan menjadi teman kencannya. Kakak Taehyung terlalu pelit informasi. Tangannya menaruh cangkir kopi diatas meja saat telinganya mendengar derap langkah mendekat bersamaan dengan seorang gadis berdiri didepannya dengan kepala menunduk.
“maaf aku terlambat” Jimin mendongak, meneliti penampilan gadis bersurai gelap didepannya.

“Namjoon hyung benar jika gadis ini memang cantik tapi apanya yang pucat ? Bahkan warna kulitnya hampir sama denganku” pikir Jimin setelah matanya selesai meneliti penampilan gadis itu.
Gadis tersebut duduk dihadapan Jimin, tersenyum manis hingga matanya membentuk bulan sanit terbalik saat tersenyum. Manis dan cantik disaat bersamaan, apalagi lesung pipi mungil yang menghiasi sisi kanan dan kiri pipinya semakin menambah pesona gadis itu.  

“namaku Im Jiwoo ” gadis tersebut mengulurkan tangannya kearah Jimin yang masih dalam mode blank, pesona gadis yang mengaku bernama Jiwoo membuat kinerja otaknya melemah.

“Park Jimin” Jimin menyambut uluran tangan Jimin yang masih setia menampilkan senyum manisnya, tangannya halus, hangat dan mungil hingga terasa dgenggamannya.
“jadi apa alasanmu menerima permintaan kencan buta ini?” Tanya Jimin tanpa mengalihkan pandangannya pada Jiwoo.
” entahlah, aku belum pernah berkencan sebelumnya, Hyena eonni memgatakan jika mungkin aku cocok dengan adiknya” Jimin mengangguk mengerti, entah apa yang Hyena katakan hingga gadis sepolos Jiwoo menerima kencan buta yang direncanakan kakak perempuan Taehyung itu.
” berapa umurmu ?” 
“bulan depan usiaku 20 tahun” jawab Jiwoo disertai senyuman manis, setiap selesai mengucapkan sesuatu gadis itu selalu mengakhirinya dengan senyuman. Lama lama Jimin bisa diabetes.

“Eoh kita seumuran, tak usah terlalu formal!”
Berbeda dengan pasangan Taehyung dan So Hee yang terlihat kaku, pasangan Jimin dan Jiwoo terlihat lebih santai. Keduanya sama sama mudah bergaul, dan ternyata memiliki banyak kesamaan terutama dalam bidang tari sehingga tak terlalu sulit bagi mereka untuk mengakrabkan diri.

*

Sehabis acara kencan, Jimin mengajak Taehyungberkumpul di taman belakang rumah Jimin, mereka tengah tertidur diatas rumput yang tumbuh dihalaman belakang keluarga Park. Tangan mereka gunakan sebagai alas kepala, menatap langit penuh bintang sembari sibuk dengan pikiran masing masing. Ragu untuk bertanya lebih dulu.
“bagaimana teman kencanmu Tae?” Yang lebih tua akhirnya angkat suara, merasa suasana canggung ini terasa menyiksa terlebih biasanya keduanya termasuk orang yang yang berisik jika berkumpul.
“dia cukup manis, dia tipeku namun terlalu dingin. Bagaimana denganmu?” Taehyung menolehkan kepala kesamping, menatap sahabat sehidup sematinya yang menatap langit diatas kepala mereka.
“Dia cantik, menyenangkan dan ramah, banyak hal yang membuat kami lebih cekap akrab”
“lalu kau akan melupakan rencana kita?” 
Jimin menoleh antara enggan dan tidak menggelengkan kepalanya. 
“aku tak ingin menjadi bahan ejekan Namjoon hyung” Taehyung sepertinya tak sadar ada nada keraguan diucapan Jimin. 
“bagus” Taehyung menampilkan smirk andalannya, dia berharap Jimin tak berubah pikiran, dan ia juga tak ingin berubah pikiran mengingat ia sedikit tertarik dengan gadis berwajah dingin itu.

Taehyung bangun dari tidurannya, membersihkan bekas tanah yang menempel ditubuhnya. Membantu Jimin yang juga melakukan hal yang sama pada tubuh bagian belakangnya.
“aku harus pulang, sebelum Hyena noona menceramahiku karena melewatkan makan malam” Jimin mengangguk, Taehyung menepuk pelan bahu sahabatnya, melangkahkan kaki menuju dimana mobilnya terparkir. Perlahan mobil sport keluaran terbaru tersebut bergerak meninggalkan rumah mewah keluarga Park.

Tbc
Chap pertama kalian pasti sudah bisa menebak jalan ceritanya buka ?
Wattpad @dthaa94 (fujho) @dthaa94_ (straight)

Our Destiny

Tittle : Our Destiny

Cast :

  • Kim Taehyung
  • Park Jimin
  • Im Jiwoo (oc)
  • Yoon So Hee (oc)
  • Kim Namjoon
  • Kim Hyena (oc)

Genre : Romance
Rating : G
Disclaimer : this story is mine..
Warning : no bashing, NO PLAGIAT, typos epriwer
** H A P P Y R E A D I N G **



Namja dengan surai kecoklatan itu baru saja menginjakkan kakinya didepan pintu kaca bertuliskan Amour Café, tangannya tergerak mendorong pintu kaca hingga menghasilkan bunyi kemerincing dari lonceng yang tergantung diatas pintu. Mata sipitnya melirik ke setiap sudut café, senyum manis seketika menghiasi wajah tampannya saat netranya menangkap dua orang yang dikenalnya tengah melambai kearahnya.
“Sudah lama menunggu hyung?” Namja yang baru datang itu menyeret kursi kebelakang, mengambil tempat duduk menghadap kedua orang tadi sesekali melirik sekelilingnya mencari keberadaan satu orang yang juga turut diundang bersamanya.
“lumayan Jim” jawab Kim Namjoon sembari tersenyum hingga lesung pipinya menyembul keluar. 
“apa Taehyung belum datang?” Tanya Jimin lagi saat netranya tak juga menemukan sosok lelaki kurus yang beberapa menit lalu mengatakan jika ia telah sampai ditempat yang dijanjikan.
“Sudah, tapi dia ada ditoilet sekarang. Eoh itu dia sudah kembali” jawab Kim Hyena satusatunya yeoja diantara mereka sembari menujuk kearah kanan dimana lelaki yang sejak tadi ditanya keberadaannya oleh Jimin sedang merapikan rambutnya.
Kim Taehyung perlahan mendekat, menghampiri ketiga sahabatnya lalu mengambil tempat duduk disamping Jimin. Punggungnya menyandar di sandaran kursi sementara kedua tangan ia masukkan kedalam saku celana. 
“apa yang ingin kalian bicarakan pada kami?” Tanya Taehyung to the point.

Namjoon mengambil cangkir capucino didepannya, menyesapnya perlahan namun matanya tak lepas dari dua lelaki dihadapannya yang tengah melipat kedua tangan didepan dada, ia tahu keduanya paling malas jika disuruh berkumpul seperti ini. Terlebih jika mereka tahu apa maksud dari Namjoon mengajak keduanya berkumpul.
“kalian sudah memiliki kekasih?” 
Jimin mengalihkan pandangannya kearah Taehyung yang dibalas dengan gidikan bahu dari yang lebih muda. Terkekeh pelan, Jimin kembali mengalihkan pandangannya kearah Namjoon yang masih memandang intens kearah mereka. Sejak kapan dia mulai peduli dengan kisah cinta Jimin ataupun Taehyung?. Sebelumnya, lelaki yang sudah dianggapnya seperti kakak kandungnya itu tak pernah mempersalahkan jika dirinya dan Taehyung selalu berganti wanita disetiap harinya. Lalu ada angin apa tiba tiba lelaki jangkung itu bertanya hal seperti itu.
“hyung apa kau lupa? Tak sulit buatku mendapatkan wanita dalam sekejap”
“aku malas membahas hal seperti ini” Taehyung meletakkan kedua tangannya dibelakang kepalanya, merasa topik seperti ini akan sama membosankannya dengan pelajaran sejarah ketika dirinya SMA dulu. Seketika rasa kantuk menghampirinya saat Namjoon bersiap melakukan ceramahnya.
“maksudku kekasih sungguhan Jim bukan kekasih satu malammu itu, dan kau Taehyung berhentilah mempermainkan perasaan perempuan! bukankah appa sudah memperingatkannu minggu lalu” Kim Hyena melirik satu persatu pemuda didepannya, sementara yang ditatapnya hanya mendengus kesal sembari memutar bola matanya malas.
“hyungie apa sebenarnya mau kalian menyuruhku dan Taehyung kemari?” Sepertinya bukan hanya Taehyung yang malas dengan topik yang dibicarakan pasangan kekasih itu tapi Jimin juga atau mungkin lebih malas dari Taehyung mengingat Jimin itu lebih parah dari Taehyung jika menyangkut perempuan.
“aku ingin mengenalkan seseorang pada kalian” Namjoon kembali bersuara, matanya mengawasi ekspresi kedua adiknya namun yang bisa ditangkapnya adalah ekspresi datar dari si pemuda berkulit tan dan exspresi bingung dari si surai cokelat.
“apa hyung lupa aku ini namja populer di kampus. Tanpa hyung carikan pun, perempuan-perempuan itu akan melempar dirinya dengan sukarela padaku” Namjoon mencebik mendengar ucapan Taehyung yang terlalu percaya diri. Tapi ucapan Taehyung tak sepenuhnya salah mengingat wajah adik dari kekasihnya itu bisa dibilang sangat tampan. Sementara Jimin memukul kepala sahabatnya karena membuat Namjoon mengetahui jika mereka memang sering mempermainkan perasaan wanita. Meskipun sebenarnya tanpa Taehyung katakanpun Namjoon sudah tahu kebiasaan buruk adik adiknya itu. 
“apa maksudmu gadis yang tidak jelas seperti kekasih kekasih kalian sebelumnya, yang hanya tahu mendesah dibawahmu?” Sindiran bernada sarkstik itu keluar begitu saja dari mulut Hyena, Jimin hanya menunjukkan cengirannya sementara Taehyung terlihat biasa saja karena ia sudah amat sangat terbiasa dengan ucapan sinis kakak perempuannya.
“kau juga sama Jimin~ah! Mau sampai kapan kau mempermainkan perasaan wanita?” Kini giliran Taehyung tertawa melihat Jimin merenggut karena ucapan kakaknya memang benar adanya. Mereka terlalu biasa berganti wanita, mungkin setengah dari mahasiwi dikampus sudah mendapat gelar mantan Kim Taehyung maupun Park Jimin. Bahkan dosen dosen muda tak luput dari jangkauan kedua namja tampan itu. Pesona kedunya memang terlalu kuat hingga semua gadis akan langsung bertekuk lutut bahkan hanya dengan satu senyuman tipis.
“lalu apa menurut hyungie seseorang yang hyung kenalkan pada kami tidak seperti seperti mereka?” Tantang Jimin, senyum meremehkan terpatri diwajahnya.
“tentu Jimin~ah, aku mengenal mereka dengan sangat baik” jawab Namjoon dengan yakin yang dibalas anggukan oleh Kim Hyena. 
“ini nama cafe tempat kalian bertemu besok, satu lagi aku tidak menerima penolakan! Jika kalian menolak ucapkan selamat tinggal pada fasilitas yang kalian miliki saat ini” Ucap Hyena dengan nada sing a song pada kalimat terakhirnya lalu menyodorkan kertas dihadapan kedua namja didepannya. Pasangan kekasih itu kemudian bangun dari duduknya, berjalan keluar cafe dengan tangan yang bertautan meninggalkan dua orang namja yang meratapi kertas berbeda warna diatas meja.
“dia bahkan tidak memberi kita foto, bagaimana kita bisa mengenalinya?” Taehyung mengacak surai nya kasar sedikit kesal dengan sikap kakaknya yang seenaknya saja merencanakan hal yang sangat tak masuk akal baginya. Hell Taehyung itu populer, asal kalian tahu saja. Dan kencan buta seperti ini akan membuat harga dirinya turun. Apa kata wanita wanita itu jika Taehyung dan Jimin yang notabennya namja populer di kampus mengikuti kencan buta. 
“apa kau akan kesana?” Tanya Jimin sambil mengambil acak kertas berwarna pink dan menyerahkan kertas berwarna peach pada Taehyung.
“jika aku tak kesana, Hyena noona akan mengadukan kejadian tempo hari pada ayah” Taehyung pasrah, Ayahnya ketika marah sangat mengerikan. Terlebih lagi jika satu satunya alat paling berharga miliknya tiba tiba diblokir oleh Ayahnya. Jimin mengerti meskipun dirinya tak pernah mengalami namun dirinya sangat tahu bagaimana malunya Taehyung saat akan membayar tagihan belanja kekasihnya namun kartu kreditnya tak bisa digunakan karena terblokir hingga namja berkulit tan itu terpaksa menghubungi Jimin dan meminjam credit cardnya. Jimin tahu, kakak perrmpuan Taehyung tak pernah main main dengan ucapannya.
“Tae aku ada ide” Jimin memberi isyarat supaya Taehyung mendekat agar dirinya bisa membisikkan sesuatu ketelinga sahabatnya.
“kau yakin?” Dahi Taehyung berkerut, merasa sedikit tak yakin dengan ide gila Jimin.
“100 persen yakin Tae, ayo kita buktikan pada Hyung dan Noona jika kedua gadis itu juga sama seperti yang lainnya”

TBC
Note : awalnya ini aku buat versi bxb (vmin) 
Kalo ada ff yang sama dgn akun dthaa94  itu ketidak sengajaan.

Oh ya kalo kalian fujho bisa kunjungi akun Wattpadku @dthaa94 (VMin Kookmin Namgi)

Klo suka straight di akun @dthaa94_

How Dare you  Oh Sehun


Cast :

Oh Sehun

Kim Hyena

and others
Rate : T / M
Author : wattpad @dthaa94 ( BTS )  dthaa94_ ( EXO )
Oh Sehun , Park Chanyeol dan Kai milik Tuhan , agensi , orang tua dan diri mereka sendiri . Saya hanya meminjam nama mereka . 

*Happy reading*

Kelas baru saja berakhir beberapa menit lalu , kertas kertas bekas tes mendadak masih berserakan dilantai . Beberapa mahasiswa telah beranjak dari bangku menuju tempat yang sekiranya bisa menghilangkan penat sehabis berkutat dengan tes dadakan yang sanggup membuat kepala mereka pening . 

Berbeda dengan yang lain , Kim Hyena yeoja manis dengan surai cokelat itu lebih memilih tetap berada didalam kelas sembari membaca ulang materi yang diberikan Dosen Han sebelumnya . Yeoja manis itu  sesekali  menoleh kearah jendela surak sorai dari arah lapangan yang biasa digunakan untuk latihan basket terdengar sangat keras hingga sampai kedalam kelasnya yang notaben nya berada di lantai tiga  . 

Entah apa yang mereka lakukan dikala hujan masih mengguyur dengan deras . Tak mau ambil pusing Hyena kembali melanjutkan kegiatannya sampai sebuah suara memanggil namanya . Dilihatnya Shin Jieun , sahabatnya yang berbeda falkutas dengannya tergopoh gopoh berlari kedalam kelasnya . Setelah berhasil mendudukkan tubuhnya disamping Hyena , yeoja cantik dengan kucir kuda itu menepuk dadanya pelan guna menghilangkan sesak sehabis berlari dari lantai bawah kelasnya hingga kelantai tiga dimana dimana dirinya berpijak saat ini . Hyena menyodorkan minuman miliknya yang langsung diteguk olehnya .
” ada apa ? ” tanya Hyena saat Jieun sudah berhasil mengatur nafasnya .
” kau ikut aku turun sekarang ” tanpa memberi penjelasan Jieun segera menarik tangan Hyena keluar kelas , beruntung Hyena sudah merapikan bukunya ketika sahabatnya datang tadi .
Langkah lebar keduanya terhenti dikerumunan mahasiswi yang bersorak , menerobos barisan hingga keduanya berhasil berada dibarisan paling depan ,  rasa penasaran Hyena terhadap hal yang mengganggu kegiatannya membaca buku tadi terjawab sudah. Ditengah lapangan tiga orang namja tengah bermain basket dibawah guyuran hujan yang semakin deras . Pantas saja teriakan mahasiswi disini sekeras itu , pikir Hyena . 
Matanya tanpa sengaja bertemu pandang dengan salah satu dari mereka , kontak mata itu hanya terjadi beberapa detik karena namja yang memakai kemeja putih dibalut celana Jeans karet  berwarna hitam yang saat ini menampilkan enam kotak yang tercetak jelas dibalik kemeja yang basah terguyur air hujan kembali mendrible bola menuju ring .
” KYAAAAA SEHUN OPPPAAAAAA ” 
” KAII OPPAAAAA ”
” CHANYEOL OPPAAA ”
Teriakan demi teriakan yang dilontarkan beberapa mahasiswi mampu membuat telinga Hyena berdengung . Dirinya tak habis fikir , apa yeoja yeoja itu tak takut kehilangan suaranya berteriak sekencang itu .
” Yakk Sehun sangat sexy  ” Jieun menyenggol lengan Hyena pelan diselingi kedipan mata menggoda sahabatnya .


Hyena melirik sekali lagi kearah  Sehun yang tengah mendrible bola menuju ring yang dijaga oleh Chanyeol kemudian keluar dari kerumunan para yeoja sebelum telinganya menjadi tuli akibat teriakan delapan oktaf tersebut . Kakinya melangkah dengan cepat keluar dari lingkungan kampus menuju gerbang tanpa memperdulikan hujan yang mengguyur tubuhnya .

Beruntung begitu dirinya sampai digerbang sebuah taxi melintas didepannya hingga ia tak perlu repot berlari hingga ke halte . Setelah menyebutkan alamat yang dituju taxi yang membawanya segera meluncur membelah jalanan kota Seoul yang diguyur hujan dengan derasnya .
Tangan mungilnya memasukan passcode apartemen dan segera masuk kedalam begitu pintu terbuka . Langkahnya yang akan menaiki tangga terhenti ketika suara dari arah dapur memanggil namanya , kepalanya menoleh mendapati kakaknya sedang membuat sesuatu disana . 
” oppa jika ada yang mencariku katakan jika aku tak ada , aku ingin berkonsentrasi untuk tes besok ” Ucap Hyena yang hanya dijawab deheman singkat dari Kakaknya .
” bagaimana jika itu pangeran albino mu ?” Teriak Kim Joonmyeon dari dapur . Hyena kembali menghentikan langkahnya untuk sekedar menjawab .
” Tanpa pengecualian oppa ” tegasnya lalu menutup pintu kamarnya dan menenggelamkan diri dibalik selimutnya dengan buku setebal 3cm ditangannya .

Sementara itu Sehun , Chanyeol dan Kai baru saja menghentikan permainan basket mereka , ketiga segera menuju kerumunan . Beberapa yeoja terlihat mengulurkan handuk kecil namun yang langsung ditolak oleh ketiganya . 
” Hyena kemana ?” Jieun yang sedang mengeringkan rambut Chanyeol menoleh begitu mendengar suara namja dibelakangnyaa . Kepalanya berputar mengikuti arah suara dan mendapati Sehun berdiri dibelakangnya sembari mengeringkan wajah dengan handuk kecil dari dalam tasnya .
” tadi dia belakangku , eoh kemana dia ?” Jieun celingukan mencari sosok yeoja bersurai cokelat yang seingatnya masih berdiri dibelakang ketika mereka berdua sedang menonton ketiga namja itu bermain basket . 
” mungkin dia ada kelas Hun~ah ” ucapan Kai langsung dibalas gelengan kepala dari namja berkulit pucat itu 
” kelas terakhirnya sudah berakhir setengah jam lalu ketika kita mulai bermain basket ” Sehun sangat hapal skejul yeoja itu lagipula mana mungkin dirinya bisa melupakan kelas apa saja yang dihadiri kekasihnya .
” mungkin dia sudah pulang ” Chanyeol ikut memberi suara setelah Jieun selesai mengeringkan rambutnya .
” Nomornya tidak aktif ” Sehun menaruh kembali ponselnya kedalam tas dan bersiap berlari keluar area kampus ketika tangan Kai menahannya
” setidaknya ganti dulu pakaianmu ! Kau tidak mau rencana kita yang sudah berjalan setengahnya menjadi gagal total bukan jika kau tiba tiba saja sakit ” ucap Kai yang dibalas anggukan oleh Chanyeol dan Jieun . Menuruti saran kedua temannya , Sehun berjalan keruang ganti diikuti Chanyeol dan Kai yang akan berganti pakaian juga .

Hyena baru saja selesai menyalin catatan milik teman sekelasnya ketika dirinya samar samar mendengar pintu apartemennya terbuka beserta suara dua orang namja dari  lantai bawah . Mengabaikan suara ribut tersebut Hyena kembali melanjutkan kegiatannya membaca buku tanpa menyadari pintu kamarnya telah terbuka menampilkan sosok namja jangkung yang kini telah melangkah menuju tempat dirinya duduk dan menyender dimeja belajar yeoja itu .
” Kenapa tidak menungguku heum ?” Tanya namja yang tidak lain adalah Sehun sembari mengelus surai cokelat Hyena .
” aku harus belajar untuk ujian besok ” Sehun segera memutar kursi yang diduduki kekasihnya agar menghadapnya ketika menyadari nada datar dari yeoja itu .
” aku tahu bukan itu satu satunya alasan ” tangannya menangkup pipi Hyena agar menatapnya ” katakan jika aku telah berbuat salah ” 
Yeoja itu menggeleng dan melepaskan tangkupan tangan Sehun diwajahnya dan memutar kembali kursinya keposisi semula .

Menghembuskan nafas kasar , Sehun menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan kekasihnya , menggenggam jemari mungil yeoja itu erat hingga tak ada kesempatan bagi Hyena untuk menarik tangannya .
” Sehun~ah aku harus belajar ” Sehun kembali meraih tangan Hyena satu lagi , mengecupnya sebelum menyatukan didadanya agar yeoja itu merasakan detak jantungnya .
” katakan apa salahku ! ” ujar Sehun kali ini dengan nada tegas , Hyena menatap Sehun dan mendorong tubuh jangkung itu hingga posisinya yang semula berjongkok menjadi duduk dilantai dengan tangan bertumpu dibelakang tubuhnya .
” kau ” tunjuknya tepat didepan wajah Sehun yang terlihat bingung akibat perubahan tiba tiba yeoja itu ” berani sekali memamerkan tubuhmu dihadapan yeoja yeoja itu ” jeda sejenak untuk mengambil nafas sebelum melanjutkan ” Kau tidak memikirkan perasaanku saat yeoja yeoja itu meneriakan namamu , mengagumi tubuhmu yang terekspose dihadapan mereka semua , selama ini aku cukup bersabar melihat kedekatanmu dengan yeoja lain tapi kesabaranku ada batasnya . kau anggap aku ini apa Oh Sehun ? ” 
Sehun tersenyum dan itu semakin mengundang kemarahan yeoja didepannya ini ” Kau senang huh ? Aku tahu resiko memiliki kekasih sepopuler dirimu namun tak bisakah kau menjaga perasaanku ? Meskipun hanya sedikit ”
Sehun berdiri dari duduknya , senyum itu masih bertahan menghiasi wajah tampannya . Sementara wajah Hyena sudah memerah menahan amarah .

Tangan Sehun terulur meraih jemari mungil kekasihnya agar berdiri dan segera memeluknya erat sesekali mencium pucuk kepalanya .
” terimakasi ” Hyena menatap Sehun bingung , kenapa tiba tiba Sehun mengatakan terimakasih , bukannya harusnya dirinya mengatakan maaf 

” terimakasih telah cemburu padaku Kim Hyena ” Disertai kecupan di bibir kekasihnya

 ” kau tahu , sejak dulu aku mengharapkan hal ini  , Aku selalu berpikir kau tidak mencintaiku karena sedikitpun kau tak pernah bereaksi setiap kali aku dekat dengan yeoja lain . Namun kali ini aku yakin kau memang mencintaiku ” Hyena mendorong tubuh Sehun dan menatapnya dengan mata memicing

” yakk kau meragukan cintaku . Aku tidak cemburu karena aku percaya padamu Oh Sehun ” teriak Hyena hingga Sehun terpaksa menutup telinganya .
” ne maafkan aku ” Sehun kembali merentangkan tangannya bersiap menerima pelukan dari sang kekasih namun Hyena malah melangkah mundur hingga sebelah alis Sehun terangkat , tidak mengerti dengan tingkah kekasihnya .
” kau pikir aku akan dengan mudah memaafkanmu setelah kau dengan beraninya memamerkan tubuhmu dihadapan mereka ” Ujar Hyena dengan tangan terlipat didepan dada . Sehun mengeluarkan smirk nya ketika sebuah ide terlintas dikepalanya . Langkahnya perlahan mendekat hingga senyum kemenangan Hyena perlahan luntur digantikan pandangan waswas .
” ya ya yaa jangan mendekat ” tahan Hyena ketika Sehun makin mendekat dan bersiap memeluknya .
” mereka hanya melihat abs ku sayang tapi  kau bahkan sudah melihat seluruh tubuhku tanpa sehelai benangpun jadi tak ada alasan untuk tidak memaafkanku ” ucap Sehun seduktif disertai kuluman di telinga Hyena , mendapat perlakuan tak terduga dari kekasihnya , Hyena berusaha mendorong tubuh kekasihnya meski usahanya sia sia .
” Byuntae shh Sehun~ah eunm ” Desah Hyena , tangannya yang sebelumnya mendorong dada Sehun agar menjauh kini merangkul leher Sehun sementara tangan satunya meremas rambut belakang namja tampan itu agar memperdalam ciumannya . Sehun tersenyum disela sela gigitannya dileher putih kekasihnya . Ide Chanyeol dan Kai tak terlalu buruk , pikir Sehun .

End
Ini ff straigh pertamaku dengan cast EXO sebelumnya terbiasa bikin ff yaoi jadi awal agak aneh . Maaf jika typo masih sering muncul

You Never Walk Alone

YNWA by dthaa94

Cast : Kim Namjoon / RM ( BTS ) x Kim Hyena (oc)  || RL , romance || T 

.
.
.
.

.

Deru kendaraan yang berlalu lalang serta panas terik matahari yang menyengat tak sedikitpun membuat Kim Hyena – yeoja cantik dengan rambut kucir kuda itu menghentikan langkahnya untuk sekedar berteduh , Kakinya yang terbalut celana jeans panjang serta converse high berwarna merah melangkah dengan pasti melewati trotoar siang itu .Senyum manis yeoja itu semakin merekah  ketika tempat tujuannya semakin jelas terlihat , dipercepat langkahnya guna mempersempit waktu agar tubuhnya segera terbebas dari panasnya sinar matahari yang menyengat tubuhnya sejak setengah jam lalu .
” aku pulang ” teriaknya ketika tangannya berhasil meraih knop pintu .

Setelah menaruh sepatu dirak yeoja cantik itu berjalan menuju kamarnya 

Senyuman namja tampan dengan lesung pipi langsung menyapanya begitu yeoja itu tiba didepan kamar
” kenapa kau semakin tampan saja ? ” ucapnya lirih pada poster berukuran jumbo yang tertempel dipintu lalu membuka pintu kamar dan merebahkan tubuhnya diranjang sembari memejamkan matanya sejenak guna menghilangkan penat akibat seharian berkutat dibalik komputer .
” chagi~ya ireona ” sebuah bisikan tepat ditelinganya membuat yeoja cantik itu membuka matanya dengan enggan , senyuman yang tadi hanya dilihatnya lewat poster yang tertempel didepan pintu kamar kini tepat berada didepan wajahnya .
” K-Kim Namjoon wasseo ?” Belum hilang keterkejutannya karena namja yang selama ini dicintainya kini berada disisinya bahkan dalam jarak kurang dari 5cm , Hyena kembali dibuat terkejut karena namja tampan yang telah disukainya sejak setahun yang lalu kini menciumnya tepat dibibir . ciuman singkat namun sanggup memporakporandakan hati yeoja cantik itu .
” bangunlah ! aku sudah menyiapkan makan siang ” meski dalam mode blank , Hyena tetap mengikuti langkah Namjoon menuju kearah dapur .

Wangi masakan langsung menguar ketika mereka memasuki dapur.

Namjoon menarik kursi lalu mempersilakan Hyena untuk duduk sementara dirinya menyiapkan makanan untuk yeoja itu
” Namjoon aku bisa sendiri ” ujarnya ketika namja tampan itu hendak menyuapinya , Namjoon menggeleng tangan satunya meraih tangan mungil Hyena dan menggenggamnya erat 
” biarkan aku melakukan ini untukmu ” meski masih bingung Hyena tetap membuka mulutnya menerima satu suapan dari namja yang terkenal dengan nama panggung Rap monster itu
” T-tapi kenapa ?” Menyadari eksresi bingung gadis itu , Namjoon menarik nafas dalam , senyum manis masih betah menghiasi wajah tampannya .
” aku hanya ingin mengucapkan terimakasih ” kedua alis Hyena mengkerut , merasa jawaban Namjoon belum cukup untuk membuat otaknya yang selambat kura kura memahami nya .
kedua tangan Namjoon menangkup pipi Hyena , yeoja itu mendongak , membuat kotak mata diantara mereka ” aku ingin berterimakasih kepadamu karena selalu mencintaiku dan mendukungku selama ini , selalu menjadi penyemangatku ketika orang orang diluar sana menghujatku ”
Hyena meraih tangan Namjoon yang menangkup pipinya , menggenggamnya erat , matanya tak lepas dari manik kembar orang yang begitu dicintainya 
” Kau memang pantas dicintai , mereka yang membencimu belum mengenal siapa Rap Monster , aku yakin jika mereka mengenalmu , mereka akan tahu seberapa hebat seorang Rapmonster , seberapa menawannya leader dari BTS itu , percayalah , kami , aku dan ARMY yang selalu mencintaimu dan akan terus menyebarkan virus Bangtan sampai tidak ada lagi orang yang membenci mu dan juga Bangtan ” Mata Namjoon berkaca kaca , entah ini karena kata-kata dari kekasihnya yang menyentuhnya sampe kedasar hatinya atau memang karena suasana hati Namjoon yang kurang bagus saat ini , untuk pertama kalinya namja yang biasanya berdiri dengan tegar dihadapan ribuan orang menangis .

” Thank you for all the love you always give to me . aku beruntung memilikimu “Namjoon menarik Hyena kedalam pelukannya , memeluk tubuh mungil itu erat dan mengecup pucuk kepala kekasihnya .
” aku lebih beruntung karena dicintai pria hebat sepertimu”

End
Aku juga kirim ff ini di RM base

BESIDE ME #prolog

Cast : VMINKOOK

Rate : T

BxB

” jangan pergi , kumohon ”
” hanya tiga tahun Jungkook , setelah itu aku akan kembali ”
“tidak bisakah kau tetap tinggal Jimin”
” aku harus pergi  ”

” Jungkook , kenalkan ini Jimin , tunanganku ”
” kau melupakanku ”
“kuharap kau berhenti menggangguku”

” aku masih mencintaimu Jimin ”
” maafkan aku Jungkook ”

—————————

Cast
Jungkook

Jimin 

Taehyung

Magnae line lagi 😆

Kalo banyak yang suka aku lanjut .
Ini ff  2shoot remake , dulu cast Donghae sama aku #uhuuk

Tapi versi Ini aku panjangin

Bts rapmonster jin suga jhope jimin taehyung jungkook